Ingin tau bagaimana cara kerja kulkas? Ini jawabannya
Saat ini kulkas bukan merupakan barang mewah lagi. Melainkan barang yang “wajib” ada di dapur kita. Karena fungsinya yang begitu vital, hampir semua masyarakat memiliki lemari pendingin ini, terutama masyarakat di perkotaan. Mulai dari sekedar menyimpan sayuran agar bisa tahan tetap segar dalam beberapa hari, hingga untuk membuat aneka minuman segar atau es yang menggugah selera.
Dapatkah kita bayangkan bagaimana hidup manusia sebelum kulkas ditemukan ? Ya, tentu saja sangat berat tugas semua orang jika ingin menyimpan makanan.
Mungkin proses penyimpanan akan cenderung berubah jadi proses pengawetan. Misalnya dengan mencampur makanan menggunakan garam. Atau mengolah bahan makanan dengan proses fermentasi. Atau mungkin saja untuk daerah bersalju akan menyimpan makanan di tumpukan es yang berasal dari salju. Hmm .., sangat merepotkan ‘kan ?
Sejatinya, alasan utama mengapa kita menggunakan kulkas adalah untuk menjaga makanan atau minuan agar tetap segar. Suhu yang dingin akan menjaga makanan atau minuman tetap segar lebih lama.
Mengapa suhu dingin bisa membuat makanan segar lebih lama ? Karena suhu dingin itu memperlambat aktifitas semua bakteri di suatu makanan. Jadi bakteri membutuhkan waktu yang lebih lama untuk merubah kondisi atau bahkan merusak makanan tersebut.
Suhu dingin bukan hanya memperlambat aktifitas bakteri. Pada saat suhu sudah lebih rendah dari titik beku, kondisi itu bahkan bisa menghentikan total aktifitas bakteri.
Sebagai contoh, kita letakkan sebotol susu di ruangan terbuka di dapur, dan dalam 2 hingga 3 jam, bakteri akan dengan leluasa merusak susu tersebut, beda jika susu dimasukkan ke dalam kulkas, maka akan terjaga kesegarannya hingga satu atau dua minggu. Dan jika diletakkan dalam freezer, susu dimungkinkan tersimpan berbulan-bulan lamanya, hingga susu rusak karena freezer burn tapi bukan karena aktifitas bakteri.
Kestabilan suhu di dalam kulkas sangat penting, dan diharapkan bisa berlangsung terus menerus. Maka dari itu diperlukan proses untuk tetap menjaga suhu. Mungkin ada sebagian orang yang mempertanyakan tentang proses yang terjadi di dalam kulkas. Hanya dengan memberi suplai listrik, bagaimana caranya kulkas menjaga suhu di dalam box utama bisa tetap dingin ? Nah, dibawah ini jawabannya.
Berikut 6 komponen dasar dalam suatu kulkas :
1. Refrigeran cair, zat yang mempunyai titik didik rendah, sehingga dimungkinkan memiliki kemampuan untuk melepas dan menangkap panas di lingkungan sekitarnya, misalnya gas Freon.
2. Mesin kompresor, mesin menggunakan tenaga listrik yang berupa motor pompa yang memompa / mendorong refrigran sehingga mampu mengendalikan proses mengalirnya refrigeran melalui pipa pipa kumparan. Mesin kompresor ini bisa dibilang sebagai jantungnya kulkas.
3. Kumparan kondensor, merupakan pipa dimana refrigran mengalir saat melakukan proses pembuangan panas setelah mendapat tekanan tinggi dari mesin kompresor. Pipa ini biasanya berada di luar badan kulkas dan di dalam pipa ini refrigeran akan berubah bentuk dari gas menjadi cair.
4. Kumparan Penguapan (Evaporator), berupa pipa dimana refrigeran mengalir saat melakukan proses penyerapan panas isi ruang pendinginan. Pipa ini berada di dalam ruang pendingin dan bermuara kembali ke mesin kompresor. Di dalam pipa ini refrigeran akan berubah bentuk dari cair menjadi gas.
5. Komponen Ekspansi. Berupa tabung / pipa penghubung kumparan kondensor dengan kumparan evaporator. Yang berfungsi untuk mendistribusikan refrigran cair setelah keluar dari kumparan kondensor untuk didistribusikan ke cabang cabang kumparan evaporator.
6. Thermostat. Sebagai alat pengatur suhu yang dihubungkan dengan saklar arus listrik bagi mesin kompresor, sehingga dimungkinkan untuk mematikan dan menghidupkan mesin kompresor secara otomatis berdasarkan kondisi suhu ruang pendingin
Berikut beberapa tahapan dari siklus yang terjadi di dalam kulkas :
1. Pada saat kulkas dihidupkan, maka mesin kompresor akan hidup. Refrigeran akan dipompa oleh mesin kompresor agar mulai mengalir.
2. Mesin kompresor pada awalnya akan bertugas memampatkan atau mulai memberikan tekanan tinggi kepada refrigeran, pada saat ini refrigerant dalam kondisi panas dan sudah dalam bentuk gas. Gas refrigerant kemudian masuk ke dalam kumparan kondensator yang masih berada di luar kulkas.
3. Di dalam kumparan kondensator , refrigerant yang mulai proses pelepasan panas karena adanya pertemuan dengan suhu lebih dingin di luar kulkas sehingga menyebabkan terjadinya proses pengembunan (kondensasi) kemudian refrigerant mulai berubah bentuk menjadi cairan.
4. Dalam kondisi cair dan suhu dingin, refrigeran tersebut memasuki kumparan evaporator di dalam ruang pendingin dengan tekanan yang sudah semakin melemah.
5. Refrigeran akan menyerap setiap panas di dalam ruang pendingin melalui kumparan evaporator, dan menyebabkan udara di dalam ruang pendingin menjadi lebih dingin.
6. Refrigeran berubah bentuk kembali menjadi gas setelah membawa panas dari ruang pendingin dan mengalir kembali ke kompresor di luar bok utama, dan terjadilah siklus, kembali seperti semula pada proses 1.
Baca juga : Bingung, Pilih Kulkas 1 Pintu atau 2 Pintu ?
Nah, demikianlah ulasan singkat mengenai cara kerja kulkas berikut tentang tahapan dan siklus yang terjadi di dalam lemari pendingin tersebut. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.
Saat ini kulkas bukan merupakan barang mewah lagi. Melainkan barang yang “wajib” ada di dapur kita. Karena fungsinya yang begitu vital, hampir semua masyarakat memiliki lemari pendingin ini, terutama masyarakat di perkotaan. Mulai dari sekedar menyimpan sayuran agar bisa tahan tetap segar dalam beberapa hari, hingga untuk membuat aneka minuman segar atau es yang menggugah selera.
Awal mula ditemukannya kulkas
Menurut sejarah sejak tahun 1755 manusia sudah mulai berusaha membuat alat pendingin / kulkas. Tercatat ada beberapa peneliti mulai merintis pembuatan kulkas sederhana di awal abad 19. Kemudian tahun 1851, James Harrison mempraktekkan pertama kali sistem alat pendingin. Dan di tahun 1854 dia mulai mengkomersialkan kulkas buatannya. Dan kemudian , makin hari makin berkembang, hingga secanggih sekarang ini.Dapatkah kita bayangkan bagaimana hidup manusia sebelum kulkas ditemukan ? Ya, tentu saja sangat berat tugas semua orang jika ingin menyimpan makanan.
Mungkin proses penyimpanan akan cenderung berubah jadi proses pengawetan. Misalnya dengan mencampur makanan menggunakan garam. Atau mengolah bahan makanan dengan proses fermentasi. Atau mungkin saja untuk daerah bersalju akan menyimpan makanan di tumpukan es yang berasal dari salju. Hmm .., sangat merepotkan ‘kan ?
Sejatinya, alasan utama mengapa kita menggunakan kulkas adalah untuk menjaga makanan atau minuan agar tetap segar. Suhu yang dingin akan menjaga makanan atau minuman tetap segar lebih lama.
Mengapa suhu dingin bisa membuat makanan segar lebih lama ? Karena suhu dingin itu memperlambat aktifitas semua bakteri di suatu makanan. Jadi bakteri membutuhkan waktu yang lebih lama untuk merubah kondisi atau bahkan merusak makanan tersebut.
Suhu dingin bukan hanya memperlambat aktifitas bakteri. Pada saat suhu sudah lebih rendah dari titik beku, kondisi itu bahkan bisa menghentikan total aktifitas bakteri.
Sebagai contoh, kita letakkan sebotol susu di ruangan terbuka di dapur, dan dalam 2 hingga 3 jam, bakteri akan dengan leluasa merusak susu tersebut, beda jika susu dimasukkan ke dalam kulkas, maka akan terjaga kesegarannya hingga satu atau dua minggu. Dan jika diletakkan dalam freezer, susu dimungkinkan tersimpan berbulan-bulan lamanya, hingga susu rusak karena freezer burn tapi bukan karena aktifitas bakteri.
Kestabilan suhu di dalam kulkas sangat penting, dan diharapkan bisa berlangsung terus menerus. Maka dari itu diperlukan proses untuk tetap menjaga suhu. Mungkin ada sebagian orang yang mempertanyakan tentang proses yang terjadi di dalam kulkas. Hanya dengan memberi suplai listrik, bagaimana caranya kulkas menjaga suhu di dalam box utama bisa tetap dingin ? Nah, dibawah ini jawabannya.
Bagaimana cara kerja kulkas?
Cara kerja kulkas dapat uraikan dalam sebuah siklus sederhana. Yaitu siklus dari beberapa proses saling berkait yang terjadi di dalam kulkas, terutama pada masing-masing komponen penyusun kulkas. Sebelum lebih jauh mengetahui proses tersebut, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa saja komponen-komponen penyusun kulkas tersebut.Berikut 6 komponen dasar dalam suatu kulkas :
1. Refrigeran cair, zat yang mempunyai titik didik rendah, sehingga dimungkinkan memiliki kemampuan untuk melepas dan menangkap panas di lingkungan sekitarnya, misalnya gas Freon.
2. Mesin kompresor, mesin menggunakan tenaga listrik yang berupa motor pompa yang memompa / mendorong refrigran sehingga mampu mengendalikan proses mengalirnya refrigeran melalui pipa pipa kumparan. Mesin kompresor ini bisa dibilang sebagai jantungnya kulkas.
3. Kumparan kondensor, merupakan pipa dimana refrigran mengalir saat melakukan proses pembuangan panas setelah mendapat tekanan tinggi dari mesin kompresor. Pipa ini biasanya berada di luar badan kulkas dan di dalam pipa ini refrigeran akan berubah bentuk dari gas menjadi cair.
4. Kumparan Penguapan (Evaporator), berupa pipa dimana refrigeran mengalir saat melakukan proses penyerapan panas isi ruang pendinginan. Pipa ini berada di dalam ruang pendingin dan bermuara kembali ke mesin kompresor. Di dalam pipa ini refrigeran akan berubah bentuk dari cair menjadi gas.
5. Komponen Ekspansi. Berupa tabung / pipa penghubung kumparan kondensor dengan kumparan evaporator. Yang berfungsi untuk mendistribusikan refrigran cair setelah keluar dari kumparan kondensor untuk didistribusikan ke cabang cabang kumparan evaporator.
6. Thermostat. Sebagai alat pengatur suhu yang dihubungkan dengan saklar arus listrik bagi mesin kompresor, sehingga dimungkinkan untuk mematikan dan menghidupkan mesin kompresor secara otomatis berdasarkan kondisi suhu ruang pendingin
Berikut beberapa tahapan dari siklus yang terjadi di dalam kulkas :
1. Pada saat kulkas dihidupkan, maka mesin kompresor akan hidup. Refrigeran akan dipompa oleh mesin kompresor agar mulai mengalir.
2. Mesin kompresor pada awalnya akan bertugas memampatkan atau mulai memberikan tekanan tinggi kepada refrigeran, pada saat ini refrigerant dalam kondisi panas dan sudah dalam bentuk gas. Gas refrigerant kemudian masuk ke dalam kumparan kondensator yang masih berada di luar kulkas.
3. Di dalam kumparan kondensator , refrigerant yang mulai proses pelepasan panas karena adanya pertemuan dengan suhu lebih dingin di luar kulkas sehingga menyebabkan terjadinya proses pengembunan (kondensasi) kemudian refrigerant mulai berubah bentuk menjadi cairan.
4. Dalam kondisi cair dan suhu dingin, refrigeran tersebut memasuki kumparan evaporator di dalam ruang pendingin dengan tekanan yang sudah semakin melemah.
5. Refrigeran akan menyerap setiap panas di dalam ruang pendingin melalui kumparan evaporator, dan menyebabkan udara di dalam ruang pendingin menjadi lebih dingin.
6. Refrigeran berubah bentuk kembali menjadi gas setelah membawa panas dari ruang pendingin dan mengalir kembali ke kompresor di luar bok utama, dan terjadilah siklus, kembali seperti semula pada proses 1.
Baca juga : Bingung, Pilih Kulkas 1 Pintu atau 2 Pintu ?
Nah, demikianlah ulasan singkat mengenai cara kerja kulkas berikut tentang tahapan dan siklus yang terjadi di dalam lemari pendingin tersebut. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.
Komentar