Jual Makanan Beku, Ibu Hani Sukses Berbisnis Dari Rumah Saat WFH

Merebaknya pandemi Corona mengharuskan anggota keluarga untuk #StayAtHome atau #WorkFromHome. Kegiatan belajar anak juga dilakukan via online. Kondisi ini membuat para ibu rumah tangga lumayan pusing dalam menyiapkan makanan untuk suami dan anak.

Nah, salah satu solusi praktis bagi para ibu rumah tangga dalam menyiapkan makanan untuk keluarga di masa pandemi Corona ini adalah dengan membeli frozen food, yaitu makanan setengah matang atau siap saji yang dibekukan untuk kemudian diolah lagi.

Frozen food atau makanan beku siap saji bisa bertahan lama sehingga dianggap praktis di masa WFH atau bekerja dari rumah ini. Makanan beku siap saji yang tinggal dipanaskan atau digoreng ini juga bervariasi mulai dari menu untuk sarapan, makan siang, malam dan camilan.

Jual Makanan Beku, Sukses Berbisnis Selama WFH
Sumber Instagram @hanihizboel

Dikutip dari Walipop, peluang bisnis makanan beku di masa WFH ini lah yang dilirik wanita bernama Hani Hizboel, penjual frozen food yang tinggal di daerah Jakarta Timur. Sebelum bisnis makanan beku, Hani menjual salad buat dan lauk matang.

"Sejak pandemi Corona awal Februari 2020 ini sebenarnya sudah banyak customer yang request untuk menjual makanan selain salad buah dan lauk matang (Cakalang dan Cumi), tapi belum sempat. Nah semenjak Corona, semakin banyak banget permintaan yang masuk dari customer untuk menjual aneka frozen food dan akhirnya saya memutuskan untuk menjualnya," kata Hani seperti dilansir Wolipop, Jumat (17/4/2020).

Wanita 31 tahun beralih menjual frozen food karena banyaknya permintaan dari pelanggannya. Makanan beku yang dijualnya di antaranya cireng, siomai, dimsum, nugget dan masih banyak lagi. Makanan-makanan itu dijualnya dengan harga terjangkau agar dagangannya cepat terjual.

"Harga frozen food yang aku jual di bawah Rp 50.000 dan salad buah ada beberapa pilihan harga Rp 12.500- 65.000 dan yang spesial request juga ada," jelasnya.

Berbisnis sambil mengurus tiga anaknya, Hani memasarkan makanan bekunya hanya melalui pemesanan di aplikasi ojek online. Dia tidak menggunakan jasa pengiriman lain agar makanan tetap utuh dan aman.

"Kami sekarang untuk pemasarannya fokus ke GrabFood dan GoFood, walaupun kami juga punya IG @tifansaladbuah untuk pesanan salad buah. Untuk promosi aku share produk juga melalui Whats App dan Facebook agar menarik minat pembeli. Di Shopee ada beberapa resellerku juga jual di situ," ujar Hani.

Semenjak semakin banyak orang WFH atau bekerja dari rumah, Hani mengaku omsetnya penjualan makan bekunya bertambah. "Omset sehari bisa di atas Rp 3 juta. Menurutku, kemungkinan besar masyarakat butuh stok makanan di rumah yang praktis diolah karena pandemi Corona ini kan masyarakat tidak boleh keluar rumah," ujarnya lagi.

Sebagai penjual makanan beku, Hani mengaku selalu menjaga kebersihan dari produk yang dijualnya dan memerhatikan keamanan dirinya di masa pandemi Corona ini. Biasanya setelah distributor mengirimkan produk makanan beku padanya, kardus-kardusnya diletakkan dulu olehnya di luar rumah.

"Barang ditaruh di teras rumah lalu kami semprot dulu kardus-kardusnya baru kami buka aneka frozen foodnya dan satu-satu aku sortir, bersihkan, baru dimasukkan ke freezer. Lalu untuk mekanisme pengantaran barang ke customer , aku meminta para ojek online untuk mengambil order melalui jendela khusus jadi tetap jaga jarak dan disediakan hand sanitizer," jelas wanita lulusan IISIP, Jakarta itu.

Salut, mereka yang berjiwa pengusaha selalu bisa melihat persoalan dari sudut berbeda. Pandemi Corona tentu adalah musibah berat bagi kita semua. Tapi bukan berarti disitu tidak ada peluang untuk berbisnis dan berusaha. Betul ?  (Walipop).

Komentar