11 Macam Minyak Goreng dan Cara Menggunakannya

Macam-macam minyak goreng dan cara menggunakannya

Setiap ibu rumah tangga pasti sudah pernah menggunakan minyak goreng. Karena hampir semua proses memasak di dapur tidak bisa dilepaskan dari penggunaan minyak goreng. Baik itu untuk menggoreng, menumis sayuran atau bumbu, sampai membuat salad. Di pasaran tersedia bermacam-macam minyak goreng. Tujuan penggunaannya juga berbeda-beda.

Masalahnya, apakah kita sudah menggunakan minyak goreng yang sesuai ? Ataukah kita menggunakannya asal saja. Atau jangan-jangan kita cuma tau minyak kelapa atau minyak sawit saja.

Nah berikut ini 11 macam minyak goreng dan cara penggunaannya yang tepat demi kesehatan kita sekeluarga.

#1. Minyak kelapa
Minyak kelapa diambil dari ekstrak buah kelapa segar. Minyak kelapa mengandung lemak jenuh (saturated fat), namun lemak pada minyak kelapa tidak sama dengan lemak hewani. Minyak ini tidak mengandung kolesterol dan bisa digunakan untuk memasak pada suhu tinggi. Hanya saja, minyak ini akan membeku pada suhu rendah. Gambar minyak kelapa adalah seperti yang ada di awal tulisan ini.

minyak zaitun

#2. Minyak zaitun
Minyak zaitun bagus untuk kesehata jantung, karena mengandung lemak tak jenuh (monounsaturated fat) atau kolesterol baik. Jangan gunakan minyak zaitun untuk menggoreng karena minyak ini tidak tahan suhu tinggi. Jika ingin menggunakannya untuk menumis, maka gunakan api sedang saja. Biasanya minyak zaitun dipakai untuk membuat salad.

#3. Minyak sawit
Umumnya minyak sawit mengandung lemak jenuh. Minyak sawit sangat pas untuk memasak atau menggoreng karena tahan suhu tinggi. Meskipun demikian, sebaiknya jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak sawit, karena lemak jenuh pada minyak tersebut tidak baik untuk kesehatan.

#4. Minyak biji wijen
Minyak biji wijen mengandung lemak tak jenuh ganda. Minyak ini dipercaya bisa mengurangi kolesterol, serta mengandung vitamin E dan antioksidan. Minyak biji wijen sebaiknya hanya digunakan untuk menumis dengan suhu rendah dan membuat salad saja.

#5. Minyak kacang tanah
Minyak kacang tanah mengandung lemak tak jenuh karenanya termasuk minyak sehat. Minyak ini bisa digunakan untuk menggoreng, menumis, memanggang atau membuat salad. Minyak kacang tanah juga dipercaya mengandung omega-6 dan antioksidan.

#6. Minyak kulit padi
Minyak kulit padi dihasilkan dari ekstrak dedak padi. Minyak ini mengandung lemak tak jenuh dan bisa digunakan untuk memasak, menggoreng, membuat salad, ataupun memanggang. Minyak kulit padi juga mengandung vitamin E dan antioksidan.

minyak alpukat - avocado

#7. Minyak alpukat (avocado)
Komposisi minyak alpukat atau avocado mirip dengan minyak zaitun, yaitu mengandung lemak tak jenuh atau kolesterol baik. Penggunaan minyak alpukat hampir sama dengan minyak zaitun yaitu untuk membuat salad.

#8. Minyak jagung
Minyak jagung mengandung lemak tak jenuh ganda. Menurut penelitian di Amerika Serikat, minyak ini lebih efektif untuk mengurangi kolesterol hingga 11 % dibandingkan minyak zaitun. Minyak ini bisa digunakan untuk menggoreng, menumis atau membuat salad.

#9. Minyak biji bunga matahari
Minyak biji bunga matahari sangat bagus karena mengandung lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fats). Sayangnya minyak ini tidak tahan panas. Jadi tidak disarankan menggunakannya untuk memasak. Gunakan minyak ini hanya untuk membuat salad saja.

Selain itu, kosmetik yang mengandung minyak biji bunga matahari dipercaya bisa untuk menghaluskan kulit.

minyak kanola - canola

#10. Minyak kanola
Minyak kanola adalah minyak nabati yang diolah dari biji buah canola. Minyak ini tergolong minyak yang bagus karena mengandung lemak tak jenuh, omega-6 dan omega-3. Minyak kanola bisa digunakan untuk memasak, memanggang, atau membuat salad. Minyak ini juga bisa digunakan sebagai pengganti mentega.

#11. Minyak biji anggur (grapeseed oil) 
Minyak biji anggur cocok untuk menumis, menggoreng, dan memanggang sayuran. Minyak biji anggur juga cocok untuk pengganti mentega saat memanggang makanan.

Selain ke-11 macam minyak goreng diatas, boleh jadi ada juga jenis minyak goreng lain yang belum disebutkan disini.

Bahaya minyak goreng bekas 
Bagaimana dengan penggunaan minyak goreng bekas ? Untuk alasan ekonomi, minyak goreng bisa kita pakai maksimal dua kali. Penggunaan minyak goreng bekas ini pun sebaiknya hanya untuk menumis saja.

Disadari atau tidak, minyak goreng yang sering dipakai para ibu rumah tangga adalah minyak goreng yang mengandung lemak jenuh (saturated fat). Bila dipakai berulang kali, minyak ini akan berubah warna dan mengandung zat karsinogenik, yaitu zat yang dapat memicu timbulnya kanker.

Jenis minyak goreng tak jenuh (monounsaturated fat) pun akan berubah menjadi minyak jenuh atau lemak trans bila dipakai berulang kali. Lemak trans dapat meningkatkan kolesterol dalam tubuh dan penyumbatan pembuluh darah. Untuk itu, hindari penggunaan minyak goreng bekas (jelantah) berkali-kali.

Baca juga : Tips Memasak Tanpa Minyak Dengan Airfryer

Penggunaan minyak goreng yang tepat banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan keluarga. Jangan sampai keluarga menjadi korban hanya karena ketidak-mengertian kita pada macam-macam minyak goreng tersebut.

Komentar